Bawakan Lagu Jikustik, Ajeng Minta Izin

Jumat, 11 Februari 2011 komentar

Kapanlagi.com - Sebagai penyanyi yang akan terjun ke dunia musik yang penuh persaingan, membawakan ulang lagu lama Jikustik yang berjudul Saat Kau Tak Disini tentunya memberi kesan tersendiri bagi Ajeng.

Ditemui disela-sela pembuatan video klip di kawasan Cipete, jakarta Selatan, Rabu (14/04), Ajeng berbagi cerita mengenai awal kerja samanya bersama Pongki Barata. "Asik, mas Pongki juga gak membuat jarak, jadi aku ngebawainnya juga enak aja, enjoy aja," ungkap Ajeng mengenai sang pencipta lagu yang dibawakannya.

Sedangkan Pongki, yang saat itu juga berada di lokasi memuji kualitas Ajeng sebagai seorang penyanyi. "Ajeng itu suaranya bagus cuma dia itu pemalu aja. Kalau saya emang pencipta lagu tapi mentalnya produser. Penyanyi bagus menurut saya bukan suara, tapi gimana dia bisa membuat lagunya jadi enak. Dan Ajeng bisa melakukan itu," tutur suami dari Sophie Navita tersebut.

Untuk membawakan ulang lagu lama milik Jikustik ini, Ajeng mengaku telah meminta izin kepada para personil Jikustik. Ia berujar bahwa semuanya mendukung penggarapan ulang lagu tersebut. Bahkan, Carlo menyempatkan diri untuk datang sebelum take vokal.

Pongki sendiri berharap lagu ini digarap secara maksimal. Pasalnya, ia menganggap menggarap ulang lagu lama itu gampang-gampang susah. Ia sendiri tidak mempermasalahkan tentang royaltinya nanti. Tentang jadwal rilis yang bersamaan dengan rilisnya banyak lagu daur ulang, Pongki enteng menjawab, "Ini sebenarnya udah lama cuma baru dirilis sekarang pas kebetulan lagi marak recycle," (kpl/hen/dka)

Krakatau Band Eksplorasi Musik di Sulsel

komentar
MAKASSAR -- Sukses menggelar
Jazz@Fort Roterdam (JFF) pada 2010, kini One Note Entertaiment kembali akan mengeksplorasi musik-musik tradisional Sulawesi Selatan dalam kegiatan bertajuk "Eksplorasi Musik Tradisi di Sulsel". Acara ini akan diawali dengan kegiatan workshop yang akan melibatkan berbagai kalangan. Keterlibatan berbagai kalangan tersebut, guna memperkaya riset dan penelitian untuk mengkolaborasi musik tradisional Sulsel dengan unsur musik kontemporer. Direktur Utama One Note Entertaiment, Hendra Sinadia, Kamis, 10 Februari mengungkapkan, ekplorasi musik ini akan berlangsung mulai Jumat hingga Minggu, 11 hingga 13 Februari mendatang. Rencananya, Krakatau Band yang dimotori komponis kenamaan Dwiki Darmawan akan turut dalam rombongan eksplorasi tersebut. Krakatau Band memang telah ditunjuk untuk melaksanakan proyek eksplorasi musik tradisional Sulsel. Hendra menambahkan, eksplorasi akan diawali dengan workshop yang akan berlangsung di dua tempat berbeda yakni di Kota Makassar dan di Kota Rantepao, Tana Toraja. Selain melaksanakan workshop, kunjungan ke Tana Toraja juga akan digunakan untuk survei lokasi live recording album kontemporer musik tradisional Sulsel. Harian FAJAR diundang untuk melakukan peliputan secara eksklusif eksplorasi musik tersebut. "Inilah wujud komitmen kami dalam mengembangkan seni budaya serta promosi pariwisata di Sulsel," ucap Hendra. (dya)

Setelah Eropa, Yovie & Nuno Incar Amerika

komentar
JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup band Yovie & Nuno, yang merupakan proyek bermusik Yovie Widianto (keyboard), bersama Dudi Oris (vokal), Dikta (vokal), dan Diat (gitar), kian memantapkan diri sebagai salah satu band Indonesia yang langganan membuat video klipnya di luar negeri.
Band yang dulu bernama Yovie & The Nuno ini terakhir telah merampungkan proses pembuatan video klip single anyar mereka yang bertajuk "Merindu Lagi" di Eropa.
"Video klip ini dibuat di Paris dan Amsterdam sekitar dua tiga bulan lalu, kebetulan waktu itu ada show case di sana sekalian jalan sama bikin video klip di sana," jelas Yovie dalam Launching Party single "Merindu Lagi" di Bloeming FX Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2011).
Sebenarnya, menurut Yovie, yang merupakan komposer, sekaligus personel band Kahitna, menggarap video klip di luar negeri bukan berarti melupakan pesona Tanah Air. "Hits awal kami seperti 'Menjaga Hati' itu di Indonesia, 'Neraka Jahanam' itu di Jakarta. Di semua tempat di Indonesia itu menarik seperi di Papua, tapi kami belum sempat, karena konsernya lagi banyak di Eropa jadi sekalian (bikin video klip) di sana," jelas Yovie.
Banyak pengalaman yang menarik saat ia bersama rekan-rekannya menggarap video klip di luar sana. Tak jarang, mereka harus kucing-kucingan agar bisa mengambil gambar di negara yang mereka kunjungi. "Awal bikin video klip kami enggak tahu izinnya bagaimana. Ada sebuah kampus yang terkenal di London, tempatnya seperti kampus Harry Potter, kami tidak tahu kalau izinnya ketat banget. Tapi pas di Paris kami sudah siap mengantisipasi, ada yang pakai izin ada yang enggak, ada juga yang dibantu sama KBRI. Jadi kami memanfaatkan betul," cerita Yovie.
Di video klip berikutnya, untuk single yang masih dirahasiakan, Yovie & Nuno mengincar Amerika. "Kami ingin punya kesempatan bikin di New York atau di Rio de Janeiro tapi kami belum ada kesempatan, mudah-mudahan nanti ada kesempatannya," harap Yovie.
pada kesempatan yang sama, setelah sukses mencetak dobel platinum dari Sony Music Indonesia untuk lagu "Manusia Biasa" dan "Tak Setampan Romeo" dari album Winning 11, Yovie berharap "Merindu Lagi" bisa diapresiasi seperti single-single sebelumnya. "Ini single terbaru kami mudah-mudahan dapat apresiasi lagi. Kebetulan sudah dicoba (diputar di radio) sampai ke kota-kota kecil dan lagu ini diterima dengan baik," ungkapnya.